Rapimnas Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) dengan tema “Peningkatan Kualitas Akhlaq dan Kompetensi Sumber Daya Manusia Sebagai Penggerak Utama Demokrasi yang Bermakna dalam Rangka Penguatan NKRI”, menghasilkan 11 Butir Pokok Pemikiran yaitu : LDII mencermati perkembangan praktek politik demokrasi bangsa saat ini, mengharapkan agar berbagai tingkatan kekuasaan yang melekat pada seseorang harus dianggap sebagai sebuah [...]
Search Engine
بَابُ تَلْقِيحِ النَّخْلِ 2470 – حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ مُحَمَّدٍ قَالَ: حَدَّثَنَا عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ مُوسَى، عَنْ إِسْرَائِيلَ، عَنْ سِمَاكٍ، أَنَّهُ سَمِعَ مُوسَى بْنَ طَلْحَةَ بْنِ عُبَيْدِ اللَّهِ، يُحَدِّثُ عَنْ أَبِيهِ، قَالَ: مَرَرْتُ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي نَخْلٍ، فَرَأَى قَوْمًا يُلَقِّحُونَ النَّخْلَ، فَقَالَ: «مَا يَصْنَعُ هَؤُلَاءِ؟» قَالُوا: يَأْخُذُونَ مِنَ الذَّكَرِ فَيَجْعَلُونَهُ فِي الْأُنْثَى، قَالَ: «مَا أَظُنُّ ذَلِكَ يُغْنِي شَيْئًا» ، فَبَلَغَهُمْ، فَتَرَكُوهُ، فَنَزَلُوا عَنْهَا، فَبَلَغَ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَقَالَ: ” إِنَّمَا هُوَ الظَّنُّ، إِنْ كَانَ يُغْنِي شَيْئًا فَاصْنَعُوهُ، فَإِنَّمَا أَنَا بَشَرٌ مِثْلُكُمْ، وَإِنَّ الظَّنَّ يُخْطِئُ وَيُصِيبُ، وَلَكِنْ مَا قُلْتُ لَكُمْ: قَالَ اللَّهُ، فَلَنْ أَكْذِبَ عَلَى اللَّهِ ” …sesungguhnya Simaakin mendengarkan Musa bin Talhah bin Ubaidillah bercerita dari ayahnya: Saya berjalan-jalan bersama Rasulillah SAW dalam kebun kurma maka kami melihat kaum sedang mengawinkan pohon kurma. Maka (Nabi) bertanya, “Apakah yang sedang meraka lakukan?” Mereka menjawab,”Mengambil serbuk sari dan menempatkan pada kepala putik”
ditulis oleh : Budi Waluyo, ST* Sabtu, 4 Juni 2011 di Pondok Wali Barokah saya mendapat cerita teman saya, Yunus asal Bandung.
Dengan maraknya informasi tentang terorisme sekarang ini, ternyata ada juga pihak-pihak yang memanfaatkannya. Moment tentang terorisme juga dimanfaatkan oleh pihak yang tidak senang dengan LDII untuk menyudutkan LDII. Mereka memberikan informasi bahwa pengajian LDII mengajarkan terorisme. Dalam kesempatan ini kami meluruskan informasi yang tidak benar tersebut. Fakta yang sebenarnya adalah “LDII Tidak Mengajarkan Terorisme“. Jadi [...]
www.mui.or.id – MEDAN, Ketua Umum DPP Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Prof Dr Ir KH Abdullah Syam MSc mengatakan, hubungan antara LDII dengan umaro (pemimpin) dan ulama dimana saja berjalan cukup baik.http://www.blogger.com/img/blank.gif “Jikapun ada pihak-pihak yang tidak menyukai LDII dengan menyebarkan isu, fitnah hingga tuduhan LDII sebagai aliran sesat, karena ada kecenderungan kecemburuan sosial. Sebab, dalam sistem pendidikan di Pondok-pondok pesantren (Ponpes) di bawah naungan LDII, kurikulumnya sangat jelas,” katanya ketika menerima kunjungan silaturahmi “Muhibbah Tabayyun” 3 ulama Medan bersama wartawan di Sekretariat DPP LDII kawasan Senayan Jakarta, Rabu (15/6)
Menteri Agama Suryadarma Ali mendorong pondok pesantren sebagai basis pendidikan agama juga harus mengajarkan ilmu pengetahuan termasuk dalam hal perdagangan. “Saya melihat di pondok ini (LDII) sudah diajarkan untuk mendiri seperti banyaknya santri yang berdagang di sepanjang jalan masuk pondok,” ungkapnya, di sela-sela kunjungan ke Ponpes LDII Burengan Kediri, Sabtu malam
Hari ini puasa Ramadan 1432H telah memasuki hari ke-23. Sepuluh hari terakhir Ramadhan memiliki keistimewaan besar. Ibadah unggulan pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan adalah Itikaf.
